Siapkah Menikah?


Beberapa hari ini aku blogwalking, ada yang menarik perhatian ku. Di beberapa blog kawan-kawan ku (terutama MALAYSIA)  yang aku kunjungi bertuliskan entri pernikahan dan keinginan menikah, sebagai manusia normal memang ini impian setiap insan yang sudah cukup / siap lahir maupun batin. Tapi ada pula sebagian orang yang takut bila sudah bersinggungan dengan kata ini.

Kini apakah anda benar-benar siap untuk menjalani kehidupan baru ini? Mungkin bagi anda yang belum mempersiapkan mental akan mempertanyakan hal tersebut.
Tetapi saat anda memutuskan untuk menikah memang bukan suatu akhir dari masalah tetapi merupakan suatu awal dari berbagai masalah. Ada baiknya anda mempersiapkan untuk mengetahui dan merencanakan berbagai hal yang mungkin akan anda hadapi seusai menikah nanti.

Mungkin anda berpikir bahwa dengan menikah, semua masalah akan terselesaikan dengan mudah. Tapi coba tanya pada diri anda dan jujurlah apakah anda telah siap? Jangan sampai pernikahan anda batal hanya karena kurang persiapan mental dan anda harus mengujinya sebelum melaksanakannya.
Dikutip dari Sheknows. beberapa hal yang harus kita lihat dan cermati

1. Perencanaan
Bagaimana Anda menrencanakan pernikahan Anda. Apakah Anda fokus pada pesta semata, atau Anda juga merencanakan kehidupan Anda dalam pernikahan. Jika yang dipentingkan hanya pesta, berarti Anda belum siap menghadapi apa yang akan terjadi di kehidupan rumah tangga kelak. Ingat hubungan cinta saat berpacaran dan saat menikah sama sekali berbeda. Ada beberapa hal yang juga harus Anda persiapkan, selain sibuk memikirkan pesta.

2. Kompromi
Apakah Anda dan pasangan siap berkompromi, atau Anda masih memenangkan ego sendiri? Berkompromi adalah hal yang harus selalu dilkukan di dalam pernikahan nanti. Menyatukan dua pribadi yang berbeda dalam sebuah pernikahan bukanlah hal yang mudah. Jika Anda belum mau berkompromi, itu tandanya Anda belum siap menikah.

3. Apakah dia orang yang tepat?
Pertanyaan di atas pasti sering menghampiri hati Anda. Coba diingat kembali, apakah selama ini pasangan dapat menjadi pelarian terakhir saat tak ada orang lain yang bisa menenangkan hati Anda? Apakah dia bisa menjadi seorang teman, sahabat, sekaligus orang yang mencintai dan membuat Anda merasa sempurna?

4. Apayang harus diklakukan?
yang harus anda lakukan adalah memastikan harapan-harapan anda pada sebuah rumahtangga. Jangan terlalu tinggi karena bila mengalami kegagalan dalam kehidupan rumahtangga anda tidak jatuh. Pastikan pikiran anda sejalan dan satu arah dengan pasangan. Bahaslah semua pemikiran berdua dengan komunikasi tanpa emosi tetapi secara seksama dan jelas agar tidak ada keraguan dalam melangkah.
Sudah cukupkah usia anda ? Ini memang bukan menjadi suatu patokan tetapi tentu ada usia pantas di mana anda siap dikatakan matang, fisik maupun mental. Ingat, kematangan mental sangat penting bagi anda dan pasangan. Sebab pernikahan adalah membangun suatu "perusahaan" tanpa jenjang karier. Karena itu, yang membuat berhasil bukan faktor prestasi tapi saling bahu-membahu dan harus meninggalkan egoisme.

5. Pertimbangan
 adalah seberapa jauh anda mengenal betul pasangan, keluarganya? Berapa lama Anda berpacaran dan apa saja yang terjadi dalam hubungan itu? Berapa pula konflik dan perbedaan yang ada di antara anda berdua yang bisa diselesaikan dengan baik? Berapa banyak perbedaan lingkungan anda dengannya, entah itu keluarga, sekolah, atau pekerjaan? Dari jawaban atas pertanyaan tersebut sedikit banyak berbicara bahwa selama ini anda berdua sudah saling mencocokkan diri atau tidak.

6. Sisi Lain
Bagaimana pandangan anda tentang lembaga perkawinan? Sehingga anda bisa berpikir tentang segi positif dan negatifnya. Lebih jauh kehidupan masa kecil anda dan kesehatan rumah tangga orang tua juga akan memberikan pengaruh yang cukup kuat.
Pertimbangkan juga apakah anda punya cukup uang untuk membentuk suatu perkawinan, atau paling tidak untuk memulainya. Hal ini adalah yang paling mendasar. Bila semua hal yang di atas sudah terjawab dengan baik dan anda yakin akan langkah tersebut, maka menikahlah. Kesiapan sebelum menikah akan lebih baik daripada anda tergesa-gesa dan menyesal seumur hidup. 

-:: Selamat Menempuh Kebahagiaan ::-